Tag: Televisi Halaman 1 dari 2

Review Majalah Monitor TVRI Versi Pertama: Informasi Layar Kaca Cukup Delapan Lima Rupiah Saja

Tahun 1973, siaran televisi di Indonesia sudah mengudara selama 11 tahun. TVRI, selaku pemain tunggal pertelevisian Indonesia saat itu, mulai melebarkan jangkauannya ke beberapa kota di Indonesia. Sebagai media baru saat itu, TVRI mendapat antusias lebih dari masyarakat. Untuk mengakomodir antusias tersebut, TVRI menerbitkan sebuah terbitan cetak bernama “Monitor TVRI”.

Namun, saya bingung menyebut terbitan ini sebagai majalah atau tabloid. Dibilang majalah, ukurannya gak kayak majalah dan isinya tidak sebanyak majalah. Tetapi kalau disebut tabloid, tampilannya kayak majalah. Bahkan ada sampul depan dan belakang.

Namun jika melihat nama barang yang diberikan oleh tempat penjual media cetak ini di marketplace online, terbitan ini disebut majalah. Jadi, mari kita sepakati di awal bahwa terbitan ini adalah majalahnya TVRI.

Inikah Saatnya Kita Mengucapkan “Selamat Tinggal NET. TV”?

Tahun 2011, stasiun TV anak pertama di Indonesia, Spacetoon, sedang dalam masa “hidup segan, mati tak mau”. Tidak ada konten animasi terbaru yang mereka tayangkan saat itu. Kalaupun ada, acara tersebut sebenarnya sudah pernah tayang di stasiun TV yang sama. Setiap peralihan acara kartun dengan kartun lainnya, selalu ada selipan acara home shopping selama setengah jam.

Kondisi tersebut, konon kabarnya, akibat dari penyelewengan dana operasional dari Spacetoon Internasional oleh orang kepercayaan Alm. Sukoyo. Bagi yang belum tahu, Alm. Sukoyo adalah pendiri Spacetoon Indonesia, yang sebelumnya juga mendirikan DVNTV, atau yang kini kita kenal dengan nama Trans7. Kasus itu membuat Spacetoon Internasional seakan “melepas” cabang mereka di Indonesia. Meski lisensi nama Spacetoon masih bisa digunakan, tetapi mereka sudah tidak memberikan dana operasional lagi untuk Spacetoon Indonesia. Alhasil, Spacetoon Indonesia harus berjuang sendiri untuk membiayai operasionalnya.

2 tahun kemudian, Spacetoon Indonesia akhirnya menyerah. Mereka pamit dari bisnis TV tidak berbayar (free to air / FTA). Izin frekuensinya dilepas kepada sosok yang pernah menjadi direktur utama stasiun TV nasional, yaitu Wishnutama, bersama dengan Agus Lasmono dari Indika. Keduanya mengubah Spacetoon Indonesia menjadi stasiun TV yang kita kenal sekarang dengan nama NET. Pada saat itu, kita hanya bisa mengucapkan “Selamat Tinggal Spacetoon Indonesia”. Saya mengulasnya dalam thread Kaskus di bawah ini.

Baca juga: Selamat Tinggal Spacetoon Indonesia (artikel Kaskus)

Thread tersebut adalah artikel yang mengantarkan saya untuk membahas NET selama saya menulis tentang pertelevisian Indonesia. Kaskus menjadikan artikel itu sebagai “hot thread”, karena banyaknya pembaca dan komentar terhadap artikel tersebut. Sampai sekarang, artikel saya itu sudah dibaca oleh 177 ribu orang dan mendapat 1800 komentar.

11 tahun 6 bulan berlalu, saya merasakan hal yang de javu dengan kondisi NET. sekarang. Pendapatan menurun tapi kerugian terus meningkat. Ditambah lagi mereka memiliki utang usaha yang sudah mendekati waktu jatuh tempo. Kondisi mereka bisa dibilang sudah hampir karam akibat “badai” yang menerjangnya pada tahun 2019 lalu. Badai yang membuat mereka harus melakukan efisiensi agar masih bisa bersiaran. Saya tidak pernah terpikir bahwa artikel Kaskus saya yang “hot thread” itu akan memiliki sekuel. Dan kini, Anda sedang membaca sekuel dari artikel tersebut.

Tetap Mengudara, di Tengah Corona

Awal tahun 2020, dunia sedang tidak baik-baik saja. Sebuah virus baru, yang kelak dikenal dengan nama SARS-Cov 2, mengancam masyarakat dunia. Jenis virus corona terbaru ini mengawali ancamannya dari Kota Wuhan, Tiongkok. Lalu, virus penyebab Covid-19 itu menyebar seiring mobilitas penduduk di seluruh dunia.

Menengok Kinerja NET Sepanjang 2019

Setelah melakukan berbagai upaya agar tetap mengudara, bagaimana performa NET sepanjang tahun 2019 ini?

Isu PHK NET: Dari Penurunan Kinerja, Sampai Kurangnya Verifikasi

Jumat (9/8/2019) siang, pengguna Twitter di Indonesia tiba-tiba banyak yang membicarakan NET TV. Terpantau sampai Jumat malam, jumlah tweet yang membicarakan topik tersebut telah mencapai lebih dari 26.800 tweet dan menjadi trending topic di Indonesia.

Topik tersebut bisa ramai karena adanya pemberitaan soal isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang akan dilakukan oleh stasiun TV yang didirikan oleh Wishnutama dan Agus Lasmono tersebut.

Halaman 1 dari 2

Dikelola oleh Suar Pemancar - 2026

Didukung oleh WordPress & Tema oleh Anders Norén

Eitsss, jangan copy paste yahhh ;)