Tentang Suar Pemancar

Suar Pemancar adalah media literasi dan informasi seputar Penyiaran, Transportasi, dan Humaniora. Blog ini memulai langkahnya dari sebuah blog independen yang mulai terbit sejak 12 Juni 2010 menggunakan platform Blogspot dengan nama “Teddy TV”.

Suar Pemancar memiliki 2 dasar utama dalam menyuguhkan informasi, yaitu:

  • Mendalam, tulisan-tulisan yang ada di blog ini akan dikemas secara mendalam. Meski konsekuensi dari hal ini adalah tulisannya menjadi panajng, setidaknya kami telah berusaha menyajikan data dan fakta yang bisa dipercaya dalam setiap tulisan kami.
  • Bermakna, setiap tulisan di blog ini selalu memiliki makna positif yang kami percaya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia.

Harus saya akui, blog ini merupakan representatif dari ideologi dan pemikiran yang saya yakini. Meskipun begitu, saya dan rekan-rekan terbaik saya, akan berupaya agar blog ini bisa menjadi tempat kami untuk mengembangkan literasi di negara ini.

Karena kami percaya, untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat, tak melulu berkaitan dengan kepercayaan yang dianut. Berjuang demi kebaikan sesama manusia dan alam semesta juga mesti dilakukan. Tak bisa hanya salah satu.

Panjang umur pergerakan!

Cikarang, 12 Juni 2020

Founder Suar Pemancar, Teddy Sukma Apriana

Fokus Blog Ini

Berikut adalah rubrik yang ada di blog ini:

PENYIARAN

Blog ini tidak akan Anda kunjungi jika rubrik ini juga tidak ada, karena rubrik inilah yang membuat kami terus ada sampai sekarang. Di rubrik ini, kami membahas seputar pertelevisian Indonesia dan luar negeri. Mulai dari segi teknis, konten, hingga dampaknya pada masyarakat.

TRANSPORTASI

Blog ini awalnya hendak memasukkan topik perkeretaapian Indonesia, sehubungan saya pernah menjadi railfans yang independen. Namun seiring waktu, saya malah menemukan hal-hal menarik dari seluruh transportasi umum. Oleh karena itu, rubrik ini saya buat.

HUMANIORA

Kehidupan manusia memiliki cerita yang berbeda-beda. Sebenarnya, kita bisa mengambil hikmah kehidupan dari cerita-cerita tersebut. Namun, apakah kita peduli?

Melalui blog ini, saya dan rekan-rekan saya akan mengajak Anda untuk melihat sisi lain kehidupan manusia, yang mungkin saja terkait dengan kehidupan Anda. Kami akan mengutamakan aspek sosial budaya, namun tetap membahas topik humaniora lainnya.

OPINI

Setiap manusia memiliki jalan pemikiran masing-masing. Untuk mewadahi pemikiran-pemikiran anggota redaksi kami, kami membuka rubrik ini.

Saya sendiri mungkin akan lebih banyak berkontribusi di rubrik ini, walau bisa saja ada anggota kami yang ingin membagikan pendapatnya kepada khalayak umum. Kontributor juga kami persilahkan untuk mencurahkan opininya mengenai suatu hal.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Pramudya Ananta Toer

Penulis Kami

Teddy Sukma Apriana

Seorang freelance content writer, pengamat media dan televisi, yang merangkap jadi teknisi listrik di sebuah pabrik di Cikarang.

Pernah menjadi Pemimpin Umum UKM Pers Polman Bandung (2015-2016) dan Menteri Komunikasi dan Informasi BEM-KM Polman Bandung (2016-2017)

Oh iya, saya terbuka sekali untuk diajak diskusi. Ikuti Instagram saya di @teddy.s.apriana dan Twitter saya di @pemancar_

Muhammad Rangga Padika

Suka surabi, teater, dan menulis cerpen serta esai. Orang Bandung asli. Lebih suka dipanggil Dika daripada Rangga. Lebih suka kopi hitam daripada teh manis.

Pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Sastra 2017-2018 dan Kepala Divisi Kepenulisan 2018-2019 di English Literature Forum (ELF), Bahasa dan Sastra Inggris UPI.