maniak tv

Mengapa Ada Orang yang Jadi Penggemar TV Sejak Kecil?

Seandainya John Logie Baird tidak mengembangkan cakram berputar karya Paul Nipkow – ilmuwan asal Jerman – pada tahun 1923, mungkin masyarakat saat ini tidak akan mengenal sebuah benda yang kita sebut dengan nama televisi. Benda tersebut diperkenalkan pertama kali oleh Baird di sebuah laboratorium di London pada 26 Januari 1926.

Dimulai dari sana, sistem televisi mulai berkembang. Termasuk juga siaran televisi. Siaran televisi pertama di dunia mulai mengudara pada 11 Mei 1939 di Berlin, Jerman. Semenjak itu, siaran televisi mulai mewarnai kehidupan kita sehari-hari.

Rencana Suar Pemancar di Tahun 2021

Halo kawan-kawan, selamat tahun baru 2021 untuk kalian semua. Gimana tahun 2020 kemarin?

Walau tahun lalu kita banyak disuguhkan cerita buruk, tapi bukan berarti tak ada cerita baik sama sekali. Yang perlu kita syukuri, kita masih bisa melewati 2020.

Tahun 2020 adalah tahun yang bersejarah bagi blog ini. Karena pada tahun lalu kami berganti nama. Perubahan tersebut seiring dengan semakin beragamnya konten-konten yang ada di Suar Pemancar, baik di blog, Instagram, dan podcast.

omnibus law

Omnibus Law Berdampak Positif untuk Penyiaran? Nanti Dulu

DPR secara resmi mengesahkan RUU Cipta Kerja, atau disebut juga Omnibus Law, menjadi undang-undang pada Senin (5/10/2020). Pengesahan ini dirasa seperti “kejar target”, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum selesai. Bahkan saat proses pembuatannya pun, UU ini sudah ditentang oleh banyak pihak.

UU yang digadang-gadang bakal mempermudah investasi di Indonesia ini bisa dibilang sebagai program ambisius di masa pemerintahan kedua Presiden Jokowi.

Gimana nggak, UU ini mengubah isi dari berbagai UU sekaligus. Khusus untuk UU Cipta Kerja, ada beberapa UU yang terdampak. Mulai dari UU Ketenagakerjaan, UU Telekomunikasi, sampai UU Penyiaran.

Menjaga Peran Siaran Komunitas Masa Kini

Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan kita. Banyak hal di sekitar kita yang berubah seiring adaptasi dengan kebiasaan baru. Mulai dari banyaknya donasi untuk membantu warga terdampak, hingga tren hidup sehat yang kembali digaungkan.

Meski di tengah pandemi, bukan berarti aktifitas sehari-hari jadi terhenti. Ada beberapa kegiatan yang harus tetap berjalan. Salah satunya adalah kegiatan pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi.

Seperti yang telah kita ketahui, sejak status Covid-19 berubah menjadi pandemi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Mau tak mau, kebijakan tersebut sangat mengandalkan teknologi, terutama internet dan smartphone.

Dari Mudik vs Pulang Kampung sampai Kalung Anticorona: Ekosistem Media Online adalah Big Brother yang Kita Ciptakan Sendiri

Blunder Presiden Jokowi mengenai perbedaan mudik dan pulang kampung masih hangat dalam memori kita. Pernyataan beliau pada 22 April 2020 dalam acara Mata Najwa menjadi bulan-bulanan para ahli maupun non-ahli.

Selain dari Jokowi, tentu kita pun masih ingat dengan blunder Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang memperkenalkan kalung yang digadang-gadang dapat menangkal virus Corona.

Tak hanya di lingkaran pemerintah, kita juga pernah dibuat heran oleh selebgram Dinda Hauw yang (katanya) gak bisa masak mie instan. Pada akhirnya, yang bersangkutan mengaku hal tersebut hanya prank semata.

Walaupun kita semua tahu betapa absurdnya ketiga hal di atas, media menerima ujaran-ujaran tersebut dengan tangan terbuka. Sesuatu yang dilakukan figur publik adalah mangsa empuk bagi industri media, baik untuk diolok-olok ataupun dibesar-besarkan.

Media kita, terutama media daring, begitu intrusif jika berhubungan dengan pribadi seseorang. Saking intrusifnya, saya jadi teringat akan novel 1984-nya George Orwell dan sosok mahatahu di dalamnya, “Big Brother”.

Halaman 3 dari 15

Dikelola oleh Suar Pemancar - 2026

Didukung oleh WordPress & Tema oleh Anders Norén

Eitsss, jangan copy paste yahhh ;)