Persaingan MNC dan Trans Corp. Semakin Sengit

Jika anda melihat TV akhir-akhir ini,anda akan mengira bahwa kini sedang ada persaingan antar grup media.Jika anda berpikir demikian,maka pemikiran anda sama dengan pemikiran saya.Ya, dua grup media Indonesia,Trans Corp. dan MNC (Media Nusantara Citra) terlihat sedang bersaing untuk mengejar rating dan menghibur penonton dengan acara-acara unggulan mereka,tapi ternyata bukan hanya itu saja.Dua grup media ini juga ternyata bersaing dalam “perebutan” penonton.
Persaingan ini dimulai dari rangkaian program baru yang ditayangkan Trans TV,seperti Keluarga Minus,Big Brother Indonesia,Super X-tion,dll.Lalu RCTI (anak perusahaan MNC) tak mau kalah dengan Trans TV.Mereka juga menayangkan program-program baru mereka,seperti Rumah Gokil,Hebad,Master Chef Indonesia,dll.

Tapi,lama-kelamaan,ternyata persaingan tersebut mulai serius,seperti acara Silet(RCTI) yang ditayangkan pada jam 17.30 yang bertepatan dengan acara Investigasi Selebriti(Trans TV);RCTI “mengucilkan” acara berita Trans TV dengan mengontrak presenter unggulan acara berita Trans TV,seperti Astri Megatari,Milda Julian,dan Dian Mirza;dan lain-lain yang tak dapat disebutkan di sini.

Sebenarnya mengapa persaingan tersebut mulai “panas”? Kami masih belum tahu alasan tepatnya karena kami masih menyelidikinya.Tapi,kami menduga bahwa ini akibat persaingan mengejar rating,seperti yang dikemukakan pakar media pada umumnya.Tapi ada alasan lain yang kami dapatkan,yaitu karena RCTI sedang tidak ada inspirasi untuk membuat acara yang asli buatan sendiri,karena RCTI juga “Ikut-ikutan” menyelenggarakan Seputar Indonesia Awards,yang sam dengan Liputan 6 Awards milik SCTV,dan juga menayangkan Seputar Peristiwa(Yang dibawakan oleh Dian Mirza) yang hampir sama dengan Bingkai Berita atau Jelang Siang milik Trans TV.
Jadi,manakah yang mau anda tonton,Trans TV dan Trans 7 (Trans Corp.) atau RCTI,MNC TV, dan Global TV (MNC)?Pilihan jatuh di tangan anda.

Tulisan terkait

Mungkin kamu pengen baca ini juga

Mengupas Perubahan NET di Awal 2019

Dibalik berubah totalnya jadwal acara, berhentinya acara unggulan, kembalinya slot kartun, serta perubahan konsep dari beberapa acara yang bertahan, terdapat strategi yang dipengaruhi oleh kehadiran sosok baru di internal NET dan harapan konten yang sesuai dengan target pemirsa.

“Oleh Perindo, Jayalah Indonesia!”

Oke, posting ini bukan pesanan partai yang dibentuk oleh CEO MNC, Hary Tanoesoedibjo. Judulnya memang sengaja mengambil dari lirik Mars Perindo, mars partai di Indonesia yang sedang “hits” saat ini. Hits di sini bukan karena disukai oleh masyarakat Indonesia, tetapi karena (terlalu) sering diputar di media-media milik MNC, baik 4 televisi free-to-air (FTA), dan juga […]

5 Comments

  1. perlu anda ketahui juga, ternyata RCTI sudah merencanakan untuk membuat "seputar indo awards"jauh sebelum sctv, tp krn "petinggi" dari divisi programming nya rcti pindah ke sctv, mungkin keduluan kali yaaa…

    kalo dibilang ikut2an,,hmm kayanya beberapa acara rcti duluan jg kok, misal dahsyat?? ini siy mungkin tv indonesia kurang " manusia kreatif dan yang jago riset" jd acara nya mirip2 satu tv dgn yang lain.

  2. MNC di indovision ada banyak banget ya,
    kenapa yg ada di UHF cuma MNC TV aja ???
    seharusnya semua MNC yg di indovision ikut mengudara juga dong,
    biar ramai penuh dengan MNC,
    huahahahahahahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *