Sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, RCTI perlu memperkenalkan acara-acara mereka kepada masyarakat dan juga pengiklan. Oleh karena itu, mereka menerbitkan majalah. Lantas, seperti apa isi dari majalah terbitan mereka? Kami akan mengulasnya pada artikel kali ini.

Pada konten Instagram Suar Pemancar yang terbit 18 Agustus lalu, saya memperkenalkan majalah yang diterbitkan oleh 3 stasiun TV di Indonesia.

Bahasan selengkapnya bisa Anda baca di bawah ini.

Mulai dari tulisan blog ini, saya akan membahas satu persatu dari ketiga majalah tersebut dalam tulisan terpisah. Mari kita mulai dari majalahnya RCTI terlebih dulu.

Pendahuluan

Saya mendapatkan 2 edisi dari majalah ini, yaitu edisi September dan November 1996. Rekan saya, Kaliandra, memperkenalkan majalah ini dan majalah terbitan TPI saat kami bersilaturahmi di momen Lebaran bulan April lalu. Mas Kali, nama panggilnya, meminjamkan saya kedua majalah tersebut (beserta majalah TPI) untuk saya review. Hingga akhirnya saya bisa menuliskan review-nya dalam blog ini.

Majalah ini bernama “Informasi RCTI”. Sesuai nama majalahnya, majalah terbitan stasiun TV swasta pertama di Indonesia ini memuat informasi acara-acara unggulan yang sedang dan yang akan mereka tayangkan ke pemirsanya.

Gambaran Umum

Sekarang kita bahas gambaran umum dari majalah ini. Majalah ini terdiri dari 70 sampai 84 halaman. Kebetulan, dua edisi yang saya review ini memiliki perbedaan jumlah halaman. Edisi September 1996 mempunyai 72 halaman, sedangkan edisi November 1996 memuat 84 halaman. Keduanya sudah termasuk sampul depan dan belakang.

Kesan “wah” saya dapatkan saat pertama kali melihat bentuk fisik majalah ini. Alasannya karena semua halaman di majalah ini (kecuali sampul depan dan belakang) memakai kertas glossy. Bagi yang belum tau, kertas ini adalah kertas yang mengkilap saat diarahkan ke sumber cahaya. Kertas ini biasanya digunakan untuk mencetak brosur. Bahan kertas ini membuat saya teringat dengan majalah Femina, majalah untuk pembaca wanita. Majalah tersebut menggunakan bahan kertas – yang saya rasa – kurang lebih sama dengan majalah RCTI ini.

Bicara isinya, 80% konten di majalah ini berisi sinopsis acara-acara yang akan dan sedang tayang selama bulan majalah ini terbit. Sedangkan sisanya adalah informasi lain, seperti acara off-air RCTI, jangkauan siaran, informasi untuk pengiklan, dan lain-lain.

Dilihat dari susunan konten, layout, dan copywriting-nya, majalah ini sebenarnya diperuntukkan untuk para pengiklan saja. Tapi menurut penuturan Mas Kali, masyarakat saat itu bisa menghubungi bagian Marketing RCTI untuk mendapatkan majalah ini. Di halaman “Prakata” yang terletak di awal majalah, terdapat alamat dan nomor telepon redaksi yang bisa dihubungi.

Oh iya ngomomogin redaksi, kepengurusan redaksi majalah ini dikelola bersama oleh bagian Public Relation dan Marketing RCTI. Manajer Public Relation RCTI saat itu, Eduard Depari, didapuk sebagai Pemimpin Redaksi sekaligus Penanggungjawab.

Konten, Layout, dan Copywriting

Majalah ini cenderung menonjolkan film dan serial luar negeri, terutama film-film Hollywood, sebagai bahan konten majalah ini. Hal ini dapat dilihat dari pemilihan sampul depan majalah ini yang selalu memunculkan elemen promo dari film Hollywood. Salah satunya adalah sampul edisi September 1996 yang memuat elemen film “Cobra” yang dibintangi oleh Sylvester Stallone.

Selain dari sampul, halaman-halaman awal majalah ini memuat sinopsis dari film-film Hollywood yang akan tayang pada bulan majalah ini terbit.

Lalu, apakah acara-acara produksi dalam negeri gak dibahas? Ohh tentu saja dibahas dongg. Sinopsis acara-acara dalam negeri dibahas mulai dari halaman-halaman tengah sampai jelang halaman akhir. Kondisi ini sebenarnya bisa dimaklumi, karena saat majalah ini terbit, perkembangan rumah produksi dalam negeri yang menyuplai acara TV tidak sepesat sekarang.

Layout dari majalah ini gak bisa dibilang rapi banget sihh kayak majalah pada umumnya. Ada beberapa halaman yang layout-nya rapi, tapi ada juga yang bisa membuat mata Anda jadi pengen ikut berkomentar pedes. Beberapa sinopsis acara di majalah ini warna tulisannya ada yang nabrak dengan background. Kalo gak warna gelap ketemu gelap, yahh warna terang ketemu terang.

Selain itu, majalah ini banyak mengandalkan poster promo dari film, serial, ataua acara itu sendiri. Ada beberapa sinopsis yang mengambil gambar dari potongan adegan acaranya, tapi komposisinya malah lebih banyak dari tulisan sinopsisnya itu sendiri hehe.

Bicara komposisi, saya mengamati adanya variasi layout sinopsis di majalah ini, diantaranya:

  • 1 sinopsis + 70% gambar
  • 2 sinopsis + 40% gambar
  • 1 sinopsis tidak bergambar + 1 gambar yang hanya ada informasi nama acara dan waktu tayang
  • 3 sinopsis tidak bergambar
  • 4 sinopsis tidak bergambar

Gaya penulisan (copywriting) majalah ini sebenarnya bukan benar-benar untuk menjual sebuah layanan atau produk seperti halnya iklan. Penulisan sinopsisnya seperti sinopsis film pada umumnya. Namun saya memperhatikan adanya perbedaan target pembaca pada tulisan “Prakata” yang ditulis oleh manager Public Relation RCTI. Di edisi September 1996, tulisannya ditujukan untuk mitra kerja dan mitra bisnis, baru kemudian untuk pemirsa. Sedangkan pada edisi November 1996, justru kata “pemirsa” yang lebih menonjol.

Setiap sinopsis film di majalah ini memuat informasi waktu tayang, pemeran utama atau pengisi acara, tahun produksi, hingga sutradara. Sedangkan sinopsis acara lain hanya memuat poster acara beserta waktu tayangnya saja.

Meski majalah ini ditujukan sebagai media informasi dari acara-acara unggulan RCTI, tidak semua film-film yang akan tayang di bulan terbit majalah ini terdapat sinopsisnya. Meski begitu, jadwal lengkap film-film yang akan tayang tercetak di halaman belakang majalah ini.

Sampul Depan dan Belakang

Bagian sampul majalah ini menggunakan kertas yang lebih tebal daripada isinya. Di sampul depan, terdapat gambar dari acara unggulan yang akan tayang dalam bulan majalah ini terbit. Sedangkan di sampul belakang, terdapat poster promo acara yang akan tayang segera.

Seperti sampul depan majalah pada umumnya, di sampul depan majalah ini terdapat highlight dari isi majalah tersebut, yang memunculkan judul-judul acara RCTI yang akan tayang di bulan itu juga. Tentu saja, judul-judul acara yang ditampilkan adalah judul-judul film Hollywood, sesuai kecenderungan konten dari majalah ini.

Pada sampul depan edisi November 1996, nama majalahnya dicetak dengan efek mengkilap. Cetakannya juga lebih tebal ketimbang bagian lain dari sampulnya.

Cetakan nama majalah seperti ini ternyata dipertahankan sampai seterusnya. Saya menemukan foto sampul depan majalah RCTI edisi November 1997 dari marketplace Tokopedia. Namun yang bikin saya kaget, highlight isi majalahnya banyak banget euy.

Sampul depan majalah Informasi RCTI edisi November 1997 | Foto: Tokopedia/Wild Mohican

Daftar Isi

Halaman daftar isi majalah ini memuat berbagai judul acara yang akan tayang di RCTI selama bulan majalah ini terbit. Seperti yang sudah disinggung dalam konten Instagram Suar Pemancar, daftar isi majalah ini semuanya memuat judul-judul film luar negeri.

Dari dua edisi yang saya review, ada perbedaan layout dari halaman ini. Pada edisi September 1996, tampilan daftar isinya lebih condong sebagai kalender. Karena terdapat hari, tanggal, dan nama acara unggulan di hari itu.

Sedangkan pada edisi November 1996, tampilan daftar isinya seperti tampilan daftar isi majalah pada umumnya. Bedanya, beberapa halaman dikelompokkan dalam kategori seperti Layar Emas, Sabtu Pagi, Mega Sinema, dll. Sepertinya, layout ini dipertahankan sampai seterusnya.

Rubrik Majalah

Sekarang kita akan bahas rubrik apa saja yang ada di majalah ini. Penamaan rubrik di majalah ini disesuaikan dari kapan acaranya tayang. Berikut ini diantaranya:

Layar Emas dan Mega Emas

Rubrik ini memuat sinopsis film-film yang tayang pada jam primetime, lebih tepatnya mulai pukul 20.00 sampe 24.00 WIB. Rentang waktu ini emang dikenal sebagai jam untuk mendulang rating bagi stasiun TV. Makanya film-film yang tayang di jam segitu ada penamaan “emas”-nya hehe.

Tengah Malam dan Dini Hari

Rubrik ini memuat sinopsis film-film yang tayang setelah jam 24.00 WIB. Kalo ngeliat jadwalnya, film-film ini hanya tayang di Jumat malam dan Sabtu dini hari.

Sinopsis Lainnya

Rubrik ini memuat sinopsis film-film yang tayang di pagi dan siang hari. Penamaan rubriknya ada yang bernama Senin Pagi, Senin Siang, Rabu Pagi, Jumat Pagi, dan Jumat Siang.

Serial

Rubrik ini memuat sinopsis dari acara serial yang tayang di RCTI. Mulai dari sinetron, drama komedi, drama anak, variety show, drama seri Amerika, drama seri Asia, hingga telenovela.

Oh iya, sinopsis acara-acara RCTI 90-an yang masih memorable di ingatan kita ada di sini. Mulai dari Si Doel Anak Sekolahan, Kembalinya Si Manis, Jin dan Jun, hingga Wiro Sableng.

Kuis

Rubrik ini memuat informasi dan promo acara kuis RCTI kala itu, yaitu Kuis Piramida dan Kata Berkait. Karena kedua kuis ini sama-sama tayang saat kedua edisi majalah ini terbit, isi rubriknya di kedua edisi gak ada perubahan sama sekali.

Konten Lain

Majalah ini juga memuat informasi dan promo seputar RCTI. Mulai dari promo acara off-air RCTI, promo acara buletin berita RCTI, promo acara magazine RCTI tentang film bioskop: Cinema Cinema, jangkauan siaran, dan fitur Teletext RCTI. Bagi yang belum tau, teletext itu ibarat kita lagi browsing situs berita di internet tapi lewat TV dan gak pake kuota internet. Tampilannya mayoritas berupa teks, makanya dinamakan “teletext”.

Ada hal menarik yang saya temukan di edisi November 1996. Di edisi ini terdapat informasi jadwal tema dan penceramah acara religi subuh RCTI, Hikmah Fajar.

Penutup

Penyajian informasi di majalah ini hanya fokus pada 2 hal: sinopsis dan promo saja. Terlepas dari layout-nya yang gak bagus-bagus amat, kecenderungan penggunaan gambar dan ukuran huruf yang besar di majalah ini memudahkan saya selaku pembaca untuk mengetahui gambaran dari acara atau film yang akan tayang di RCTI kala majalah ini terbit. Untuk keseluruhan, saya rasa majalah ini cukup ramah dibaca untuk pembaca.

Oh iya, majalah ini gak punya iklan eksternal sama sekali, sehingga menambah kesan eksklusif pada majalah ini. Maklum, karena majalah ini sepenuhnya dibiayai oleh RCTI itu sendiri. Tidak seperti majalah TPI yang memuat iklan karena pembiayaannya dibantu oleh sponsor. Oh iya, saya akan membahas majalah TPI dalam tulisan blog selanjutnya.

Majalah ini saya kasih nilai 7,5/10. Andaikata desain yang “bikin mata pedes” itu bisa diperbaiki, mungkin nilai yang saya kasih bisa jadi 8/10 atau 8,5/10.

Sebagai media publikasi, majalah ini berhasil menuntaskan misinya untuk mengenalkan acara-acara unggulan RCTI kepada pemirsa dan pengiklan. Melalui majalah ini, RCTI ingin menunjukkan bahwa tagline mereka saat itu – “Menampilkan Pentas Dunia di Rumah Anda” – bukanlah isapan jempol belaka.

Tentu saja, kondisi RCTI saat majalah ini terbit tidak seperti sekarang, yang acaranya rerun melulu, alias siarin ulang acara-acara lama. Apa jangan-jangan, singkatan RCTI tuh sekarang jadi Rajawali Rerun Citra Televisi Indonesia?

Semoga saja tidak yah hehehe…..

Ikuti media sosial Suar Pemancar di Instagram, dan subscribe saluran Youtube Suar Pemancar, agar tidak ketinggalan pembahasan lainnya seputar televisi dan media di Indonesia.