Tahun 1973, siaran televisi di Indonesia sudah mengudara selama 11 tahun. TVRI, selaku pemain tunggal pertelevisian Indonesia saat itu, mulai melebarkan jangkauannya ke beberapa kota di Indonesia. Sebagai media baru saat itu, TVRI mendapat antusias lebih dari masyarakat. Untuk mengakomodir antusias tersebut, TVRI menerbitkan sebuah terbitan cetak bernama “Monitor TVRI”.
Namun, saya bingung menyebut terbitan ini sebagai majalah atau tabloid. Dibilang majalah, ukurannya gak kayak majalah dan isinya tidak sebanyak majalah. Tetapi kalau disebut tabloid, tampilannya kayak majalah. Bahkan ada sampul depan dan belakang.
Namun jika melihat nama barang yang diberikan oleh tempat penjual media cetak ini di marketplace online, terbitan ini disebut majalah. Jadi, mari kita sepakati di awal bahwa terbitan ini adalah majalahnya TVRI.