Sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, RCTI perlu memperkenalkan acara-acara mereka kepada masyarakat dan juga pengiklan. Oleh karena itu, mereka menerbitkan majalah. Lantas, seperti apa isi dari majalah terbitan mereka? Kami akan mengulasnya pada artikel kali ini.
Author: teddy.s.apriana Halaman 2 dari 12
Seorang buruh pabrik merangkap freelance content writer serta pengamat media dan televisi. Sedang mendalami mekatronika, IoT, dan web programming.
Pernah menjadi Pemimpin Umum UKM Pers Polman Bandung (2015-2016) dan Menteri Komunikasi dan Informasi BEM-KM Polman Bandung (2016-2017)
Oh iya, saya terbuka untuk diajak diskusi. Ikuti Twitter saya di @pemancar_
Kedua kata dalam judul tulisan ini pasti sering kita temui menjelang Pemilu. Maklum, kedua kata tersebut selalu jadi “andalan” untuk menggaet pemilih agar mau mencoblos calon wakil rakyat dan calon pemimpin negara. Kita akan menemuinya dalam berbagai istilah. Mulai dari keadilan sosial, kesetaraan gender, keadilan dalam penegakan hukum, kesetaraan dalam ekonomi, dan lainnya.
Kita mungkin sudah terbiasa dengan kata “keadilan” dan “adil”. Dari bangku sekolah, kita sudah dikenalkan dengan sila kelima Pancasila: “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Kata “setara” dan “kesetaraan” mungkin baru akhir-akhir ini terdengar, seiring penggunaan media sosial yang semakin masif di masyarakat.
Selamat datang kembali di blog Suar Pemancar, yang kini sudah berubah rupa. Gimana tampilan baru blog ini? Semoga Anda suka dengan tampilan ini. Melalui tulisan ini, saya juga ingin menceritakan sesuatu tentang perubahan di blog ini dan perihal semua konten di Suar Pemancar.
19 September 2021, 21:59 WIB.
Selesai saya menyelesaikan “tugas negara mingguan” (baca: nyetrika baju), saya menyalakan TV saya yang terhubung ke set top box (STB).
Saya menjatuhkan pilihan ke KompasTV untuk menemani malam saya sebelum tidur. Saat channel berita tersebut mulai muncul di TV, presenter Nitia Anisa sedang menutup acara Kompas Malam. “Oh, acara selanjutnya paling cuma siaran ulang acara berita, kayak stasiun TV berita sebelah,” pikir saya saat itu.
Akhir-akhir ini, kita sering mendengar atau membaca kabar soal “Migrasi TV Digital”. Entah itu dari berita di media daring (online), bahan obrolan, atau dari media luar ruangan seperti baligho. Topik ini juga jadi bahan perbincangan di acara-acara talkshow di televisi.
Perlu Anda ketahui, bahwa negara kita sedang bersiap untuk mengganti teknologi pemancar televisi dari sistem analog ke digital. Wacana tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai 17 Agustus 2021 sampai paling lambat 2 November 2022. Anda mungkin bertanya: “apa bedanya TV digital sama TV biasa?”