Suar Pemancar adalah blog milik Teddy Sukma Apriana yang membahas Televisi, Media, Transportasi, dan Humaniora (Sosial Budaya). Blog ini memulai langkahnya pada 12 Juni 2010 menggunakan platform Blogspot dengan nama “Teddy TV”.
Nama Suar Pemancar sendiri merupakan perwujudan dari topik utama yang dibahas oleh blog ini. Hal ini bisa dilihat dari makna dari masing-masing kata penyusunnya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
- Suar, berarti “nyala api (suluh, pelita) untuk tanda (isyarat)”. Dalam istilah pelayaran, kata ini sinonim dari kata mercusuar. Kata ini mewakili tema “Transportasi”
- Pemancar, bermakna “alat untuk memancarkan; yang memancarkan”. Kata ini mewakili tema “Penyiaran dan Media”
Suar Pemancar memiliki 2 dasar utama dalam menyuguhkan informasi, yaitu:
- Mendalam, tulisan-tulisan yang ada di blog ini akan dikemas secara mendalam. Meski konsekuensi dari hal ini adalah tulisannya yang panajng, setidaknya kami telah berusaha menyajikan data dan fakta yang bisa dipercaya dalam setiap tulisan kami.
- Bermakna, setiap tulisan di blog ini selalu memiliki makna positif yang kami percaya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia.
Blog ini merupakan representatif dari ideologi dan pemikiran yang saya yakini, seperti yang tertulis dalam quote berikut ini
Idealisme menjadi kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh seorang pemuda.
Tan malaka
Bogor, 12 Juni 2025
Founder Suar Pemancar, Teddy Sukma Apriana

Apa aja yang dibahas di blog Ini?
Berikut adalah rubrik yang ada di blog ini:
TELEVISI DAN MEDIA
Blog ini tidak akan Anda kunjungi jika rubrik ini juga tidak ada, karena rubrik inilah yang membuat kami terus ada sampai sekarang. Di rubrik ini, kami membahas seputar pertelevisian dan media di Indonesia dan luar negeri. Mulai dari segi teknis, konten, hingga dampaknya pada masyarakat.
TRANSPORTASI
Blog ini awalnya hendak memasukkan topik perkeretaapian Indonesia, sehubungan saya pernah menjadi railfans yang independen. Namun seiring waktu, saya malah menemukan hal-hal menarik dari seluruh transportasi umum. Oleh karena itu, rubrik ini saya buat.
HUMANIORA
Kehidupan manusia memiliki cerita yang berbeda-beda. Sebenarnya, kita bisa mengambil hikmah kehidupan dari cerita-cerita tersebut. Namun, apakah kita peduli?
Melalui blog ini, saya dan rekan-rekan saya akan mengajak Anda untuk melihat sisi lain kehidupan manusia, yang mungkin saja terkait dengan kehidupan Anda. Kami akan mengutamakan aspek sosial budaya, namun tetap membahas topik humaniora lainnya.
OPINI
Setiap manusia memiliki jalan pemikiran masing-masing. Untuk mewadahi pemikiran-pemikiran anggota redaksi kami, kami membuka rubrik ini.
Saya sendiri mungkin akan lebih banyak berkontribusi di rubrik ini, walau bisa saja ada anggota kami yang ingin membagikan pendapatnya kepada khalayak umum. Kontributor juga kami persilahkan untuk mencurahkan opininya mengenai suatu hal.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Pramudya Ananta Toer
Yang Berkontribusi di Blog Ini
Penulis utama di blog ini adalah saya sendiri, tetapi tulisan di blog ini bisa terbit karena bantuan teman-teman saya juga. Berikut ini adalah orang-orang yang berkontribusi untuk Suar Pemancar:

Teddy Sukma Apriana
Seorang pengamat media dan televisi, yang merangkap jadi staf IT di sebuah instansi pemerintahan di Jakarta.
Pernah menjadi Pemimpin Umum UKM Pers Polman Bandung (2015-2016) dan Menteri Komunikasi dan Informasi BEM-KM Polman Bandung (2016-2017)
Oh iya, saya terbuka untuk diajak diskusi. Ikuti X/Twitter saya di @pemancar_

Muhammad Rangga Padika
Suka surabi, teater, dan menulis cerpen serta esai. Orang Bandung asli. Lebih suka dipanggil Dika daripada Rangga. Lebih suka kopi hitam daripada teh manis.
Pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Sastra 2017-2018 dan Kepala Divisi Kepenulisan 2018-2019 di English Literature Forum (ELF), Bahasa dan Sastra Inggris UPI.

Kaliandra
Pengamat televisi dan media. Saat ini sedang menjalani pekerjaan di salah satu instansi pemerintahan di Bandung.