Beberapa waktu lalu, video seorang pegawai JTV (stasiun TV lokal di Surabaya) saat mendatangi studio jawaposTV viral di media sosial. Narasi dalam video tersebut menyebutkan bahwa studio jawaposTV di Surabaya sudah tutup siaran.

Ironisnya, penutupan tersebut bertepatan dengan ulang tahun stasiun TV tersebut yang ke-19 tahun. Simpati dari warganet pun mengalir terhadap karyawan-karyawan yang terdampak.

Kemudian, pihak jawaposTV menyatakan bahwa stasiun TV di bawah naungan Grup Jawa Pos tersebut masih bersiaran dari Jakarta.

Apa yang terjadi dengan stasiun TV yang punya dua pusat siaran ini? Mari kita ulas apa yang terjadi….

Latar Belakang Adanya Dua Pusat Siaran

Betul. jawaposTV sebenernya punya dua pusat siaran: Jakarta dan Surabaya. Hal ini merupakan dampak kembalinya Maesa Samola, anak dari Eric Samola (pemilik saham Koran Jawa Pos), ke jajaran direksi jawaposTV. Kami pernah membahas konteks adanya 2 cabang jawaposTV ini dalam konten Instagram berikut ini.

Studio Surabaya awalnya merupakan studio dari stasiun TV lokal Surabaya bernama SBO TV. Pada 2021, stasiun TV ini berubah nama menjadi Jawa Pos TV dan menjadi stasiun TV berita milik Koran Jawa Pos.

Sedangkan studio Jakarta awalnya adalah studio jawapostv, stasiun TV pusat jaringan Jawa Pos. Pada 2021, namanya berubah menjadi JPM TV. Dari sini, munculah peristiwa “matahari kembar” dalam pertelevisian milik Jawa Pos.

Bingung sama perubahan namanya? Coba baca konten kami yang ini dehh…

Kedua stasiun TV itu akhirnya bergabung dalam satu nama menjadi jawaposTV pada 2024, dengan mempertahankan kedua studio dan siarannya. Sehingga skema berganti sumber siaran pun dilakukan agar sumber daya di masing-masing studio masih terpakai.

Meski studio yang di Surabaya tutup, skema tersebut ternyata masih dilakukan sampai sekarang.

Sebenarnya, kami menyukai konsep bersiaran jawaposTV yang bergantian ini. Siaran yang diproduksi di Jakarta dan Surabaya menjadi pembeda dari siaran stasiun TV berjaringan lainnya yang tetap berpusat di Jakarta.

Namun, risiko dari menerapkan siaran dari dua pusat siaran atau lebih adalah biaya operasionalnya. Sehingga saat kondisi keuangan stasiun TV menurun, mau gak mau satu pusat siaran harus dikorbankan.

Ujung-ujungnya, Jakarta menjadi pilihan yang realistis untuk dijadikan pusat jaringan satu-satunya.

Tak Hanya Tutup Studio

Tak hanya penutupan studio Surabaya, jawaposTV juga menutup siaran dari beberapa anggota jaringannya, diantaranya jawaposTV Bali (ex Nirwana TV), dan KA TV Bandung.

Melalui rilis resminya, jawaposTV menegaskan pusat operasi mereka kini berada di Jakarta. Sedangkan untuk di Surabaya dan Jawa Timur, mereka mempertahankan JTV dan jaringannya. Oleh karena itu, maka skema jaringan TV grup Jawa Pos tetap seperti bagan di bawah ini.

Penutupan studio jawaposTV di Surabaya dan anggota jaringan jawaposTV lainnya merupakan pertanda keputusan yang dilakukan Grup Jawa Pos agar masih bisa bertahan di bisnis media.

Harus diakui, bisnis media saat ini lagi gak baik-baik aja. Semoga aja pihak-pihak yang terdampak ditutupnya jawaposTV di Surabaya dan daerah lain mendapat pekerjaan di tempat baru.

Semoga kondisi bisnis media di negara kita juga berangsur pulih kembali.

Ikuti media sosial Suar Pemancar di Instagram, dan subscribe saluran Youtube Suar Pemancar, agar tidak ketinggalan pembahasan lainnya seputar televisi dan media di Indonesia.