Kedua kata dalam judul tulisan ini pasti sering kita temui menjelang Pemilu. Maklum, kedua kata tersebut selalu jadi “andalan” untuk menggaet pemilih agar mau mencoblos calon wakil rakyat dan calon pemimpin negara. Kita akan menemuinya dalam berbagai istilah. Mulai dari keadilan sosial, kesetaraan gender, keadilan dalam penegakan hukum, kesetaraan dalam ekonomi, dan lainnya.

Kita mungkin sudah terbiasa dengan kata “keadilan” dan “adil”. Dari bangku sekolah, kita sudah dikenalkan dengan sila kelima Pancasila: “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Kata “setara” dan “kesetaraan” mungkin baru akhir-akhir ini terdengar, seiring penggunaan media sosial yang semakin masif di masyarakat.

Saya sendiri baru mendengar kata “setara” saat saya menjadi anggota BEM kampus dan Pers Mahasiswa (Persma). Sebagai salah satu admin akun media sosial BEM dan Persma, saya mulai mengamati isu-isu pergerakan mahasiswa dan masyarakat. Saat Persma kampus saya mulai ikut kegiatan forum persma se-Bandung, saya mulai dikenalkan dengan kegiatan mahasiswa dalam menggaungkan suara masyarakat yang terpinggirkan.

Sebelum kenal kata setara, saya mengartikan kata adil tuh sebagai kondisi dimana “semua orang dapat hak yang sama”. Gak cuma saya yang dulu, 29% orang yang berpartisipasi dalam polling di story Instagram saya juga berpikir hal yang sama.

Hasil survei kecil-kecilan di akun Instagram pribadi saya

Tapi, apa yang dulu saya pikir sebagai makna kata “adil” tuh ternyata adalah makna dari kata “setara”. Jadi, makna kata “adil” tuh sebenernya apa? Dan mengapa artinya berbeda dengan kata “setara”?

Mari kita mulai dari kumpulan makna kata-kata Bahasa Indonesia, yang kita kenal dengan nama Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata adil ternyata memiliki makna yang bermacam-macam, diantaranya:

  1. sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak
  2. berpihak kepada yang benar, berpegang pada kebenaran
  3. sepatutnya, tidak sewenang-wenang.
Kamus besar bahasa indonesia

Saya gak nemu makna kata setara dalam KBBI. Yang ada hanyalah kata dasarnya, yaitu tara, yang bermakna sebagai berikut:

yang sama (tingkatnya, kedudukannya, dan sebagainya); banding(an); imbangan

kamus besar bahasa indonesia

Jika dilihat dari kedua makna di atas, sekilas makna adil senada dengan tara: menekankan persamaan. Tapi kata adil lebih condong pada “sama berat”, sedangkan kata tara lebih mengarah pada “sama kedudukannya”. Mulai terlihat apa bedanya?

Untuk lebih memudahkan kita dalam melihat perbedaan adil dan setara, mari kita ambil contoh-contoh kasus berikut ini:

  • Ada 3 orang karyawan fresh graduate yang sedang melamar kerja di sebuah perusahaan. Kita sebut aja nama mereka dengan Kiki, Clarissa, dan Welas. Kiki adalah seorang lulusan perguruan tinggi negeri. Clarissa baru aja lulus dari perguruan tinggi swasta di dalam negeri. Sedangkan Welas dapet gelar Sarjana dari perguruan tinggi di Singapura. Perusahaan tersebut memberi kesempatan kepada ketiganya untuk mengisi salah satu posisi kosong yang tersedia, tanpa melihat latar belakang pendidikan mereka.
  • Ada 3 orang sales, sebut aja namanya Didin, Ukay, dan Ponari, yang ditugasin oleh manager-nya untuk mempromosikan sebuah produk di sebuah tempat wisata yang sedang ramai pengunjung. Setelah 7 jam bekerja, ternyata Ukay dapat menjual lebih banyak daripada 2 orang sales lainnya. Oleh karena itu, manager memberikan upah yang nominalnya lebih besar kepada Ukay.

Dari dua contoh di atas, mana yang diperlakukan secara adil dan mana yang diperlakukan setara? Simpan dulu jawabannya untuk kita bahas di bagian selanjutnya dari tulisan ini.

Definisi Keadilan dan Kesetaraan

Mengutip dari Empowering Education, keadilan atau adil adalah memperlakukan orang sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan kesetaraan atau setara berarti memperlakukan semua orang dengan cara yang sama.

Maksud dari kebutuhan dalam definisi adil dilihat dari kemampuan yang dimiliki oleh orang tersebut. Kita gak bisa membantah bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Hal ini merupakan kodrat dari Tuhan Yang Maha Esa dalam menciptakan manusia. Kita, sebagai umat-Nya, diberikan akal pikiran untuk dapat memanfaatkan kelebihan yang dimiliki agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Kita juga diberikan akal pikiran agar dapat berpikir secara adil dalam menyikapi kekurangan orang lain.

Dua gambar di bawah ini akan menunjukkan perbedaan antara adil (fair) / keadilan (equity) dengan setara (equal) / kesetaraan (equality).

Kasus pertama dari contoh 2 kasus di atas adalah contoh dari perlakuan yang setara. Perusahaan tempat Kiki, Clarissa, dan Welas melamar kerja tidak melihat mereka lulusan darimana. Ketiganya sama-sama berkesempatan untuk menunjukkan kemampuannya agar bisa diterima. Perusahaan tersebut akan melihat kecocokan mereka terhadap kebutuhan pekerjaan yang lowong. Nah, pertimbangan dan keputusan dari perusahaan tersebut adalah bentuk dari perlakuan yang adil.

Perlakuan yang adil seperti perusahaan di tempat pertama juga terjadi pada kasus kedua adalah contoh kasus di atas. Ukay, Didin, dan Ponari, sama-sama diberi kesempatan oleh manager mereka untuk berjualan di tempat yang sama. Di akhir jam kerjanya, Ukay berhak untuk mendapat upah yang lebih besar karena dia dapat membuktikan kinerjanya dalam menjual produk.

Adil Belum Tentu Setara, Begitupun Sebaliknya

Ceritanya akan menjadi beda jika dalam kasus pertama, ternyata perusahaan tersebut hanya memberi kesempatan kepada Welas karena dia seorang lulusan perguruan tinggi luar negeri. Mereka menilai bahwa effort Welas lebih baik karena mengambil kuliah di luar negeri dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Walau perusahaan itu berpikir mereka telah “adil”, tetapi hal ini menjadi bentuk diskriminasi. Dari sini, kita bisa membuktikan bahwa adil belum tentu setara.

Jika manager Ukay di kasus kedua memberi upah sama rata kepada Didin dan Ponari, ketiganya memang diperlakukan secara setara. Tapi hal tersebut tidak menghargai perjuangan Ukay yang dapat menjual produk lebih banyak. Apalagi jika upah ketiganya ternyata disamaratakan dengan kinerja dari salah satu sales yang menjual produk lebih sedikit. Dari cerita ini, kita bisa melihat bahwa setara belum tentu adil.

Mengapa Kita Perlu Tahu Bedanya Adil dan Setara?

Manusia diberikan kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda oleh Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang sudah saya tulis di bagian sebelumnya, kita dikaruniai akal pikiran agar dapat memanfaatkan kelebihan yang kita miliki untuk orang lain dan agar dapat berpikir secara adil dalam menyikapi kekurangan orang lain. Artinya, umat manusia diberikan akal pikiran agar dapat berusaha dan berempati terhadap sesamanya.

Oleh karena itu, pemahaman tentang adil dan setara harus berjalan beriringan agar masyarakat kita dapat meningkatkan toleransi dan menghargai keberagaman yang ada di lingkungan masyarakat kita. Kita dapat mulai mempelajari dan melakukan tindakan yang adil dan setara dari tingkat keluarga dan sekolah. Dengan begitu, maka masa depan masyarakat kita dapat lebih menghargai keberagaman yang ada.

Ikuti media sosial Suar Pemancar di Instagram, dan subscribe saluran Youtube Suar Pemancar, agar tidak ketinggalan pembahasan lainnya seputar televisi dan media di Indonesia.