Selamat datang kembali di blog Suar Pemancar, yang kini sudah berubah rupa. Gimana tampilan baru blog ini? Semoga Anda suka dengan tampilan ini. Melalui tulisan ini, saya juga ingin menceritakan sesuatu tentang perubahan di blog ini dan perihal semua konten di Suar Pemancar.

“Yang baru” itu bukan di Januari

Pertama, saya ingin membicarakan soal pengumuman yang saya buat di Instagram Suar Pemancar. Mungkin ada yang melihat pemberitahuan yang nyelip di konten tentang Kevin “Home Alone”. Pemberitahuannya kayak gini:

Namun sampai bulan Maret lalu, ternyata gak ada apa-apa dari blog ini dan Instagram-nya. Malah blog ini ngadain “maintenis” alias maintenance sampe gak bisa diakses untuk sementara.

Selaku pengelola blog ini, saya minta maaf karena tidak memenuhi apa yang diumumkan pada Desember lalu. Yang saya janjikan “baru” itu tidak terlaksana di Januari, tapi baru di bulan April ini.

Cerita (lagi) soal blog ini

Kedua, saya ingin cerita soal blog ini. Sewaktu blog ini memakai domain .xyz (6 tahun lalu), saya ingin meng-upgrade blog saya ini menjadi “Tirto.id-nya televisi Indonesia, alias media informasi televisi Indonesia (+ transportasi juga). 3 tahun terakhir, saya mulai mencoba ke tulisan selain TV dan transportasi, yang membuat blog ini berubah namanya. Oleh karena itu, domain blog ini berubah menjadi .com dan saya mulai upgrade blog ini menjadi website.

Selama 6 tahun itu, saya mulai mengeksplor berbagai tool website yang mendukung tujuan saya tersebut. Mulai dari SEO, pembuatan infografis, sampe mau nyoba bikin tulisan + audio visual. Gak cuma di blog, saya juga ngulik apa yang bisa dilakuin di Instagram blog saya. “Wihh kayaknya keren banget”, pikir saya kala itu.

Namun semakin lama, saya ngerasa apa yang saya coba untuk blog saya justru malah membuat saya salah fokus. Ketimbang brainstorming ide tulisan, saya malah lebih sering mikir cara-cara biar konten blog saya bagus dan dapet engagement yang banyak.

Akhirnya, frekuensi tulisan saya di blog ini jadi semakin dikit dan saya cenderung lebih banyak bikin konten untuk Instagram blog saya. Bahkan, tahun 2022 kemarin menjadi tahun dimana saya gak nulis sama sekali di blog ini.

Di tahun 2023 ini, saya ingin mengembalikan blog ini seperti sediakala: sebagai tempat dimana saya menuliskan apa yang ada di pikiran saya, termasuk tentang kesukaan saya (televisi dan transportasi). Oleh karena itu, ada beberapa perubahan yang harus saya lakukan.

Perubahan apa aja yang dilakukan?

Baik kawan-kawan. Berikut beberapa perubahan yang saya lakukan di semua platform Suar Pemancar mulai tahun ini:

Perubahan Tampilan Blog dan Instagram

Seperti yang udah saya singgung di awal tulisan ini, tampilan blog Suar Pemancar kini sudah berganti. Tampilannya bukan lagi seperti website, tapi kembali menggunakan format blog. Hal ini karena berdasarkan statistik blog saya, mayoritas pembaca langsung mengakses tulisannya ketimbang halaman utamanya. Jadi, saya lebih memaksimalkan tampilan yang sederhana saat orang-orang sedang membaca tulisan di blog ini.

Tak hanya di blog, saya juga mengubah tampilan konten di Instagram agar serupa dengan tampilan blog ini. Salah satunya bisa kalian lihat dari pemilihan font yang saya pakai.

Hiatus Bikin Podcast

2 tahun lalu, saya ngembangin konten blog ini menjadi podcast dengan nama Podcastnya Teddy (yang berganti nama jadi Siniar Pemancar). Podcast ini udah ada 2 episode, yang episode terakhirnya kayak gini:

Sebenernya, saya ingin berhenti bikin podcast karena keterbatasan waktu dan merasa podcast ini sia-sia karena yang denger cuma dikit. Namun, ternyata ada salah seorang pembaca blog ini yang menanyakan kabar podcast ini.

“Kapan rilis episode baru podcast-nya kang?” tanya orang tersebut.

Karena pertanyaan itu, saya jadi kepikiran. Ternyata ada juga orang yang menunggu rilis podcast saya ini.

Setelah mempertimbangkan kondisi saya saat ini, saya akhirnya memutuskan untuk memikirkan konsep baru dari podcast saya ini. Oleh karena itu, pembuatan podcast bakal hiatus dulu sampe saya infoin lagi.

Akun baru untuk edukasi dan portofolio

Iya, kalian gak salah baca. Saya ada niat untuk berbagi ilmu yang saya dapet selama kuliah di jenjang D3 dulu dan S1 sekarang. Dimana niat tersebut saya tuangkan dalam bentuk tulisan dan infografis di Suar Pemancar.

Selain itu, saya juga ingin masukin portofolio saya di bidang UI/UX dan desain ke blog ini.

Namun kalo dipikir-pikir, kayaknya bakal makin random aja blog saya ini setelah ketambahan topik lain hehe. Selain itu, kapasitas hosting yang saya gunakan gak cukup untuk nampung portofolio saya yang kebanyakan berkaitan dengan desain. Akhirnya saya memutuskan untuk mengalihkan niat saya tadi ke platform lain.

Jadi, saya ingin memperkenalkan akun-akun baru yang saya tujukan untuk sharing ilmu yang saya dapet selama sekolah dan kuliah serta sebagai tempat nampung portofolio saya, diantaranya:

  • Akun Instagram Album Ilmu (@album.ilmu), yang berisikan infografis seputar ilmu mekatornika (mekanik, elektronik, informatika), otomasi industri, dan jaringan komputer.
  • Akun Medium pribadi saya (@teddy.s.apriana) yang memuat portofolio saya di UI/UX dan informatika.

Rilis konten di Youtube

Suar Pemancar udah lama punya channel Youtube. Tapi, selama ini isinya baru video rekaman OBB dan momen pertelevisian Indonesia. Rencananya, saya ingin ngembangin konten blog saya dalam bentuk audio visual. Hal ini juga sekaligus sebagai tempat distribusi podcast saya yang selama ini masih mengandalkan audio platform.

Jadi, ke depannya ada konten yang saya buat khusus untuk channel Youtube Suar Pemancar. Dimana konten tersebut adalah konten yang susah untuk digambarkan dalam bentuk tulisan.

Banyak wacana mulu, Ted! Rilisnya kapan?

Sambatan di atas muncul dari pikiran “realistis” saya. Sok-sokan banyak rencana, tapi eksekusinya melempem.

Harus diakui, saya lemah di manajemen waktu. Saat ini, saya sedang menjalani pekerjaan utama sambil kuliah ekstensi S1. Dan di tahun ini, saya sedang mengerjakan skripsi agar bisa lulus tahun ini (doakan yah sodara-sodara hehe).

Oleh karena itu, saya mulai mengatur strategi terkait Suar Pemancar. Bukan strategi tiki taka, apalagi strategi perang, berikut ini strategi baru distribusi konten di Suar Pemancar:

  • Instagram Suar Pemancar akan menjadi tempat konten-konten Suar Pemancar yang bersifat ringan. Keduanya juga akan saya jadikan sebagai tempat interaksi utama saya dengan followers dan pembaca Suar Pemancar.
  • Blog Suar Pemancar akan menjadi tempat tulisan saya yang lebih mendalam dan gak cukup dalam 10 slide konten Instagram.
  • Untuk seluruh platform, jadwal posting kontennya bakal random. Selain itu, tempat posting-nya dimana juga gak terpatok sama jadwal. Jadi, Instagram Suar Pemancar gak melulu update tiap minggu. Begitu pun dengan blog, Youtube, dan Instagram Album Ilmu. Literally, bener-bener random.

Jadi kalo ditanya kapan wacana saya dirilis? Jawabannya yah terserah saya. Wong saya yang punya hehe

Hal ini lebih karena agar saya bisa lebih fleksibel untuk membuat tulisan dan konten di Suar Pemancar.

Perubahan lainnya

Konten transportasi umum Bandung yang sudah ada di blog ini sejak lama, tidak akan saya kembangkan lagi kedepannya. Hal ini karena saya saat ini berdomisili di luar Bandung, yang membuat saya tidak terlalu mengikuti update mengenai transportasi umum di Bandung Raya.

Selain itu, Suar Pemancar tidak akan muncul lagi di Twitter. Sehingga, konten-konten Suar Pemancar akan di-posting blog ini, Instagram, atau Youtube. Untuk podcast, saya akan kabari lagi nanti.

Penutup

Saya pengen bilang terima kasih untuk semua pembaca dan followers Suar Pemancar yang udah mengikuti konten-konten di blog ini, Instagram, Youtube, dan podcast. Semoga konten-konten Suar Pemancar menjadi sumber informasi dan literasi kalian terkait televisi dan penyiaran.

Salam hangat saya untuk kalian semua dan selamat menikmati tampilan baru blog dan Instagram Suar Pemancar.

Ikuti media sosial Suar Pemancar di Instagram, dan subscribe saluran Youtube Suar Pemancar, agar tidak ketinggalan pembahasan lainnya seputar televisi dan media di Indonesia.