The Comment Beneran Pamit, Selamat Datang Era Baru NET

Akhirnya, setelah 6 tahun tayang, acara ini bener-bener ga usah ditonton lagi… ):

Tanpa tedeng aling-aling, NET mengumumkan bahwa acara mereka, The Comment, resmi berakhir pada Kamis ini (15/8/2019). Melalui akun resmi Instagram acara tersebut, mereka mengunggah video yang menampilkan cuplikan beberapa episode The Comment dari awal siaran hingga sekarang dengan iringan musik bertempo pelan.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

TERIMA KASIH COMMENTERS ⁣ ⁣ Setelah kurang lebih 6 tahun bersama, hari ini @thecommentnet_ memasuki episode Terakhir. ⁣ ⁣ Vivicu, Senam Senayan, El papi, Sikat Miring, Torank Bicara Cinta, Aa Ato, Dartor dan Semua segmen yang pernah menemani Kalian. ⁣ ⁣ Kami ingin mengucapkan Terima kasih untuk semua commenters yang setia nemenin kita selama 6 tahun ini, Terima kasih juga untuk semua bintang tamu yang pernah hadir, Terimakasih untuk seluruh crew yang bertugas dan seluruh pihak yang turut membantu jalannya program ini. ⁣ ⁣ Terimakasih dari kami : ⁣ ⁣ @netmediatama @imamdarto @dananggoldluck @dudndudes @yukikt ⁣ @virzhaofficial Kami meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah terucap.⁣ ⁣ Sampai ketemu di lain kesempatan.⁣ ⁣ Jangan tonton episode selanjutnya dari The Comment, karena kami izin Pamit 🙏

Sebuah kiriman dibagikan oleh The Comment NET. (@thecommentnet_) pada

Ada yang mengira bahwa video tersebut cuma prank belaka. Mengingat acara tersebut pernah melakukan gimmick serupa beberapa tahun lalu, dimana host The Comment “katanya” diganti dengan Cak Lontong.

Namun seakan menegaskan berhentinya acara yang dipandu Dimas Danang dan Imam Darto tersebut bukan prank semata, akhir video tersebut memunculkan tulisan “The Comment Beneran Pamit”. Tentu saja tulisan itu terinspirasi dari Ria Ricis, influencer sekaligus youtuber Indonesia yang beberapa waktu lalu mengumumkan pamit nge-vlog namun 3 hari kemudian malah muncul lagi.

Sebenernya, gelagat acara yang udah tayang 6 tahun ini bakal selesai udah keliatan dari beberapa hari terakhir. Di tengah banyaknya acara-acara NET yang dibungkus akhir-akhir ini, mereka cukup hebat juga untuk mempertahankan acara ini hingga tayangnya episode terakhir pada Kamis malam (15/8/2019)

Baca juga: Mengapa Banyak Acara Unggulan NET Berhenti Tayang?

Bisa dibilang, acara ini adalah reinkarnasi dari acara sejenis yang pernah tayang di TV anak yang diakuisisi oleh NET (baca: Spacetoon). Saya lupa nama acaranya. Yang jelas, acara tersebut juga berisi komentar host terhadap video-video lucu Youtube.

Baca juga: Selamat Tinggal Spacetoon Indonesia

Seiring masifnya konten-konten Youtube (beserta dramanya), konsep acara The Comment pun mulai berubah dan tak melulu berkaitan dengan media sosial. Terakhir saya nonton acara ini, malah ada segmen nge-ghibah njeeerrrr

Acara ini sudah membuat dua hostnya, Dimas Danang dan Imam Darto, naik daun di tingkat nasional. Mereka memang sudah terkenal sejak menjadi host The Dandees di Prambors Jakarta, tapi saat itu radio tersebut belum memulai siaran berjaringannya di kota lain. Saya masih ingat kala Prambors Bandung pertama kali menyiarkan The Dandees yang direlay dari Jakarta.

Karena itu, orang-orang di luar Jakarta baru tahu mereka saat menjadi host The Comment. Hmmm ini mengingatkan saya saat Dimas Danang dikelilingi fansnya di sebuah cafe di Ciwalk. Kala itu, dia bersama Darto, dan Sarah Sechan akan mengisi acara NET. Festival di Bandung.

Setelah 6 tahun bertahan sembari jam tayangnya di-pingpong, akhirnya Vivicu, Shikat Miring, dan gimmick khas The Comment lainnya, sesaat lagi akan tinggal kenangan.

Saya rasa, dengan berakhirnya acara ini, NET menjadikannya sebagai “momen puncak” untuk menanggalkan idealisme mereka sejak awal siaran. Kalo diperhatikan, cuma acara ini aja yang perpisahannya dibuat episode khusus, berbeda sekali dengan acara-acara lama NET lainnya yang dibungkus mulai awal tahun hingga udah Lebaran lalu. Ada yang merasa hal yang sama?

Baca juga: Dikala Idealisme NET Mulai Terbentur Realita

Well, saya hanya bisa mengatakan: selamat datang di era baru NET, era dimana mereka mulai mencari jati diri selanjutnya setelah menanggalkan idealisme lama mereka. Saya harap, mereka tidak terlalu parah terbawa arus mainstreamnya. Semoga

Tulisan terkait

Mungkin kamu pengen baca ini juga

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *