Penayangan Film Preman Pensiun Resmi Diundur ke Januari 2019

Setelah jadwal penayangannya diisukan mundur ke bulan Desember 2018, sutradara film Preman Pensiun akhirnya merilis jadwal tayang resmi film yang diangkat dari sinetron unggulan RCTI tersebut.

Versi layar lebar dari sinetron unggulan RCTI, Preman Pensiun, yang rencana awalnya akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 13 September 2018, resmi diundur penayangannya menjadi tanggal 17 Januari 2019. Sutradara film Preman Pensiun, Aris Nugraha, melalui akun Instagram-nya kemarin (27/11/2018), mempublikasikan tanggal tersebut di dalam caption foto-fotonya yang memuat beberapa cuplikan dari film tersebut.

Proses syuting film tersebut sebenarnya telah dimulai pada 21 April 2018 bersama MNC Pictures selama kurang dari satu bulan. Bahkan dilansir dari Antara, saat ditemui di Garut pada awal Agustus 2018, Aris berkata bahwa proses penggarapan film tersebut sudah mencapai 90 persen.

Lalu, pada foto yang diunggah melalui Instagram-nya, yang beberapa lama kemudian dihapus (akun Instagram @premanpensiunquote menyimpan tangkapan layar unggahan tersebut), pria yang pernah menjadi sutradara sitkom Bajaj Bajuri ini mengumumkan bahwa jadwal penayangan film tersebut diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Para penggemar sinetron tersebut sempat mendengar isu bahwa jadwal penayangan film itu diundur menjadi Desember 2018. Hal tersebut didasari oleh beberapa tangkapan layar yang dimuat dalam video Youtube yang diunggah oleh Bryan Rangga mengenai klarifikasi pengunduran jadwal tayang film tersebut (lihat di menit 2:51).

Bocoran Cerita Film Preman Pensiun

Masih dilansir dari Antara, Aris mengatakan bahwa cerita film itu terbilang baru, bukan rangkuman atau penggalan adegan dari sinetron Preman Pensiun yang sudah tayang. “Jadi menceritakan setelah pensiun itu terjadi apa, bukan rangkuman atau intisari tapi lanjutan,” ujarnya menjelaskan.

Selain itu, dilansir dari Kapanlagi, Aris mengaku sudah menyiapkan cerita spesial yang berkaitan dengan wafatnya Didi Petet, selaku pemeran tokoh kang Bahar, untuk Preman Pensiun versi film ini.

“Walaupun tokohnya nggak muncul, tapi pengaruhnya ke Preman Pensiun ini masih kuat,” ucap Aris saat syukuran jelang syuting film Preman Pensiun di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

“Ya nanti anak-anak yang diceritakan (di sinetron) merantau ke Jakarta akan pulang mengingatkan ke Muslihat (kang Mus) jika sebentar lagi seribu hari beliau (kang Bahar),” tambahnya.

Disamping itu, peringatan seribu hari wafatnya kang Bahar (Didi Petet) juga berbarengan dengan terjadinya sebuah peristiwa besar yang akan terjadi. “Dan ada sebuah kejadian besar di film tersebut yang membuat Muslihat turun tangan,” pungkas Aris Nugraha.

Film Preman Pensiun sendiri merupakan kelanjutan cerita dari sinetron dengan judul sama, yang telah tayang selama tiga musim di RCTI mulai 12 Januari 2015. Sinetron tersebut mengisahkan preman bernama Kang Bahar, yang pensiun dari dunia premanisme di Kota Bandung. Awalnya, niat tersebut hanya disampaikan melalui tangan kanannya, Muslihat. Namun seiring waktu, niat tersebut diketahui oleh seluruh anak buahnya. Hingga pada musim ketiga sinetron tersebut, hampir semua anak buah Kang Bahar pensiun dari dunia premanisme dan mulai menggeluti pekerjaan di bidang lain.

Tulisan terkait

Mungkin kamu pengen baca ini juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *