Mengapa Banyak Acara Unggulan NET Berhenti Tayang?

Awal 2019, NET tiba-tiba menghentikan beberapa acara unggulannya. Jadwal acara ikut dirombak total. Selain itu, tayangan kartun kini tayang kembali. Ada apa dengan NET?

TeddyTV.xyz – Kabar mengejutkan datang dari Sarah Sechan, sebuah acara talkshow NET yang tayang sejak stasiun TV tersebut pertama mengudara pada tahun 2013. Acara yang dipandu oleh host yang bernama sama dengan acaranya itu, berhenti tayang sejak Senin (21/01/2019). Pengumuman terkait hal tersebut dimuat dalam foto yang diunggah melalui Instagram resmi mereka.

Tak hanya acara lawas, acara yang belum lama tayang, Waktu Indonesia Timur (WIT), juga terkonfirmasi berhenti tayang. Arie Keriting, salah satu pengisi acara WIT, mengumumkan hal itu melalui halaman Facebook-nya. Begitu pula dengan program Pagi-Pagi, yang dibawakan oleh Andre Taulany dan Hesti Purwadinata, juga mengumumkan akhir dari acara tersebut melalui Instagram pada Jumat (1/2/2019) lalu.

Dari jadwal acara NET sejak 21 Januari 2019, terlihat adanya perombakan yang cukup besar. Imbasnya, acara-acara seperti NET 5, NET 10, WOW, Wonderfood, British Got Talent, dan NET Soccer, bernasib sama dengan Sarah Sechan dan WIT.

Menariknya, perombakan jadwal acara tersebut membuat NET Toon – sebutan lain untuk kartun yang tayang di NET – menjadi “penghuni tetap” di slot pagi dan siang. Padahal, kartun-kartun tersebut awalnya ditujukan untuk mengisi waktu kosong beberapa acara yang jeda tayang karena libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Setelah sekian lama NET menayangkan variasi acara produksi sendiri (in-house) dari pagi hingga malam, akhirnya upaya tersebut mencapai anti klimaks di awal tahun 2019 ini. Selain itu, NET kembali menyediakan animasi anak setelah hampir 5 tahun vakum. Ada apa dengan NET?

Mau Tak Mau, karena Rating

Kemungkinan besar, perolehan rating NET yang tidak terlalu menggembirakan menjadi penyebabnya. Informan saya di NET, berinisial AG, mengiyakan perihal berhentinya acara-acara unggulan mereka karena perolehan rating. Dia mengkonfirmasi info tersebut dari bagian production support.

“Rating acara pagi jeblok semua. Karena itu, cara biar nampilin acara yang zero cost produksinya adalah dengan nayangin kartun,” kata informan saya melalui percakapan LINE pada Jumat (8/2/2019).

Selain itu, jika dibandingkan dengan 2 “temannya” sesama anggota Asosiasi Televisi Nasional Indonesia (ATVNI),  RTV dan KompasTV, perolehan channel share NET berada di tengah-tengah, malah cenderung menurun. Hal tersebut merujuk dari hasil rekapitulasi data rating Nielsen, yang saya kumpulkan mulai 12 Februari 2017 sampai 25 Januari 2019 dari data rating yang bocor di dunia maya.

Rata-rata perolehan channel share NET selama periode tersebut sebesar 3,2%. Angka tersebut berada di bawah RTV yang memperoleh 3,6% dan di atas KompasTV yang berada di kisaran 1,5%. Perolehan tersebut tidak menjadi acuan akurat dalam data pemirsa televisi di Indonesia secara keseluruhan, mengingat Nielsen hanya mengambil sampel dari 11 kota besar.

Selain itu, AG mengatakan, acara-acara NET selama ini yang menjual hanya ada dua, yaitu Ini Talkshow dan 86. Hal tersebut sesuai dengan isi tabel di makalah Retno Sukmawati (PDF) (2014) yang berjudul “Strategi Stasiun Televisi NET dalam Meningkatkan Rating Share Tayangan Program” (lihat tabel 1). Berdasarkan data dari tabel tersebut, kedua acara yang tayang di jam primetime itu memperoleh rating masing-masing 1% dan 1,1%.

Salah satu penyebab perolehan rating dan share yang stagnan tersebut bisa jadi akibat keterlambatan NET dalam menjangkau kota-kota acuan data Nielsen. NET baru menjangkau semuanya pada akhir 2015. Sedangkan, KompasTV menjadi yang pertama menyelesaikannya, dilihat dari rekaman Web Archive pada 3 Mei 2014. RTV bisa dibilang sudah selesai melakukannya pada rekaman Web Archive tanggal 30 September 2015.

Selengkapnya mengenai masalah perolehan rating dan share NET bisa Anda baca di artikel Dikala Idealisme NET Mulai Terbentur Realita.

Evaluasi dari Orang Baru

Untuk mengatasi masalah rating dan share yang stagnan, NET mulai melakukan evaluasi total terhadap bagian programming-nya. Hal tersebut bisa dilihat dari kembali hadirnya NET Toon dengan formasi baru, dan tentu saja, berhentinya beberapa acara khas NET. Disinyalir, kehadiran 2 “orang baru” di bagian programming NET mempengaruhi munculnya kebijakan tersebut.

Latar belakang mereka di bidang pertelevisian Indonesia menarik untuk disimak. Satunya pernah menjabat sebagai direktur produksi di salah satu stasiun TV nasional. Sedangkan satu lagi merupakan mantan Production Assistant (PA) di stasiun TV nasional yang berbeda dengan orang pertama.

Dugaan kuat pengaruh mereka terlihat dari strategi yang diambil oleh NET saat ini, yang mirip dengan strategi yang mereka pernah dilakukan ketika masih bekerja di tempat kerja lama. “Kentara banget Mbak Y itu. Ingetnya (dari) strategi yang sama di tempat lama beliau. Langsung jadi ramah anak hehe,” kata AG pada Selasa (5/2/2019), melalui percakapan LINE.

Animasi Cartoon Network, Harapan Baru NET

Salah satu kebijakan mereka yang cukup tepat adalah pemilihan animasi dari Cartoon Network, saluran TV berbayar khusus anak, untuk formasi baru NET Toon. Kembalinya NET Toon ini berawal dari kosongnya jadwal akibat siklus tahunan NET, dimana beberapa acara ada yang jeda tayang setiap libur panjang.

Ada 2 faktor yang menjadi alasan kebijakan tersebut berpeluang memperbaiki kinerja NET. Pertama, segmentasi pemirsa NET yang lebih condong ke masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah-atas hingga menengah-bawah. Dalam standar Social Economy Scale (SES), segmentasi yang disasar NET adalah kelas A hingga C.

Kedua, perkembangan pengguna TV berbayar di Indonesia tergolong paling tinggi di Asia Pasifik. Dari survei yang dilakukan Media Partners Asia, rata-rata pertumbuhannya sepanjang 2011-2016 mencapai 26,7% per tahun. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya pendapatan masyarakat yang ikut mengubah perilaku konsumen. Kurangnya kualitas konten TV teresterial membuat banyak keluarga di Indonesia, khususnya keluarga kelas menengah, mulai beralih ke TV berbayar.

Kedua faktor di atas membuat acara yang hanya bisa disaksikan di TV berbayar, seperti acara-acara CN dan saluran khusus TV berbayar lainnya, semakin digandrungi masyarakat Indonesia. Sehingga, pemilihan animasi CN oleh NET masih sesuai dengan segmentasi penonton sasaran mereka, yang menginginkan kualitas konten TV terestrial free to air (FTA) bisa sebanding dengan TV berbayar.

Selengkapnya mengenai strategi terbaru programming NET, termasuk info seputar “orang baru”, bisa dibaca di artikel Mengupas Perubahan NET di Awal 2019.

Apa komentar kamu soal perubahan yang dilakukan NET di tahun 2019 ini? Utarakan pendapatmu di kolom komentar (;

UPDATE 11/08/2019: Terdapat isu yang beredar jika NET akan mem-PHK massal karyawannya. Ulasannya bisa Anda baca di tautan berikut ini.

Tulisan terkait

Mungkin kamu pengen baca ini juga

16 Comments

  1. Mantap gan artikelnya,
    pembawaanya santai, bahasanya ringan dan mudah dicerna, bahkan untuk orang awam macam saya

    ditunggu artikel menarik lainnya

  2. Sayang juga. Harapan saya tadinya Sarah Sechan bisa menjadi “Ellen Show”-nya Indonesia, tapi kalau lihat kualitas acaranya terakhir-terakhir, lalu slotnya yang pindah ke pagi, ditambah jangkauan .NET juga yang terbatas, apa daya. Mungkin bisa hidup di platform lain seperti YouTube?

    1. Hmm sebenarnya bisa aja NET ngembangin konten sendiri di Youtube. Tapi selama ini, mereka belum concern di sana. Kalaupun ada, hanya bersifat temporer atau kerjasama dengan pihak lain (seperti serial “Di Balik Kubikal” kerjasama NET dengan XL)

  3. Akhirnya terjawab sudah..kenapa acara NET TV sekarang gak kayak dulu lagi..ibaratkan musik yg berawal dari indie jadi populer dan berubah haluan, sama kayak NET TV, rindu sekali apabila dilihat dari beberapa tahun kebelakang masih ada X Games, NET Sport, NET Soccer, OK JEK, bahkan menurut saya itu bagus dalam tayangannya hanya saja kita tahu sendiri skrg TV lebih mengacu ke rating..sangat disayangkan sekali, lihat saja nanti ketika tonight show dan the comment akan hilang. Thx bro

    1. Bisa dibilang, idealisme NET saat awal mengudara harus mengalah dulu dengan realita yang terjadi. Kalo dibilang karena rating, yahh nggak juga sih sebenarnya….

  4. Kampret emang rating itu,,, pdhl acara net bnyk inovasi dan bagus2. Gw sendri penggemar netsport n netsoccer, malah bungkus,, breakout yg notabene the real acra musik no drama jg mulai jrang tayang… Itu nielsen nyari sample pasti orang2 alay

    1. nahh, metode nielsen dalam penentuan rating memang perlu dievaluasi. Krn sistem rating sekarang merupakan hasil sampling di 11 kota besar aja dan tidak melibatkan daerah Indonesia Timur

  5. heran ya sama indonesia, masa rating acara sekelas ims + pagipagi bisa kalah sama acara sealay (maaf) pagipagipastihappy(?) saya sendiri yg penonton siaran tv cable juga beropini kalo net tv memiliki beberapa kesamaan kualitas acara dengan siaran2 luar lah (meskipun rata2 masih copycat, ikutin trending)

    segitu mirisnya fakta audience tv nasional rata2 middle – low end society. mereka itu, (maaf) kok masih suka nonton acara ghibah pula. alamak.

    1. Yahh jika tidak dibiasakan untuk menonton yg berkualitas, yahh bakal kayak gini kondisinya. Stasiun TV yang tidak membiasakan ini pun patut disalahkan, tapi mereka malah nyalahin penonton.

  6. Pantes aja nyari program-program unggulan pada gak ada ternyata sengaja dipangkas. Padahal programnya berkualitas banyak ngasih informasi bagus. Sayang banget sama penonton yg mengkonsumsi acara gak jelas gak realistis kelihatan settingan misal kayak ru**h *y* , p3h, dll

  7. Kak kalau film 86 masih ada ga sihh udh lama ga nonton biasanya kalau tiap Senin-Jumat jam 10 kalau Sabtu-Minggu km 21:30 ko skrng ga ada yaa? Kmaren2 86 pindah tayang kan jm 11 gara gara diganti sama si Tora itu

  8. Sayang jg y padahal sy fans berat sama host & reporter net tv kayak mbk Marissa, Aubrey dsb dsb,…keren2 cantik2…kangen acara IMS, pagi pagi, sarah sechan dst…

    Moga suatu saat bisa tayang kembali yaa….

  9. Aku dulu kalo pagi pasti liat acara pagi-pagi, abis itu sarah sechan, siangnya breakout.. Tp makin kesini kok engga adaa, ternyataa… Jujur aku suka acara2 di net, mengedukasi bgt, cm memng masyarakat kan beda2, tp aku masih suka nonton net kok, hemm semoga net semakin maju yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *